Diklat

Diabetes

Anda diabetes? Sayangi kaki anda

Data yang dihimpun oleh international diabetes federation (IDF) pada tahun 2017 menunjukkan bahwa jumlah penyandang diabetes di Indonesia mencapai 6,2% dari jumlah penduduk atau tidak kurang dari 16 juta jiwa. Jika dibandingkan dengan data kementerian kesehatan tahun 2013, prosentase penyandang diabetes memang lebih tinggi yakni 6,9% akan tetapi secara jumlah dengan populasi saat itu, jumlah penyandang diabetes diperkirakan sekitar 12 juta jiwa yang berarti bahwa pada tahun 2017 meskipun secara prosentase lebih rendah, akan tetapi secara jumlah justeru lebih tinggi.

Diabetes memang sudah sejak lama dikenal sebagai penyakit kronis jangka panjang dengan banyak komplikasi yang bisa timbul karenanya, semisal komplikasi ginjal, gangguan penglihatan, stroke, dan masalah luka yang sulit sembuh. Khusus untuk yang disebut terakhir, statistic menunjukkan bahwa setidaknya 25% dari penyandang diabetes akan mengalami luka minimal sekali dalam hidupnya. Apalagi di negara berkembang, dimana kesadaran untuk merawat kaki masih rendah dan perlu ditingkatkan.

Hal ini jangan dianggap sepele, karena luka pada pasien diabetes sifatnya sangat khusus, dan seringkali sulit sembuh dengan perawatan luka biasa. Walhasil, luka bisa menjadi terinfeksi, merusak daging dan jaringan, bahkan tidak jarang berakibat hilang/lepasnya bagian tubuh karena luka itu sendiri, maupun karena tindakan bedah amputasi. Infeksi pada luka juga dapat meluas dan menyebar sehingga pasien terpaksa harus dirawat di rumah sakit, berikut dengan segala biaya dan kerepotan yang ditimbulkannya.

Di satu sisi, hal ini memang bisa dipahami,  karena dalam kebiasaan masyarakat kita, kaki dipandang sebagai bagian tubuh yang letaknya di bawah dan kaki dianggap bersifat “tahan banting” karena selalu dipakai berjalan, berlari, dan berolahraga. Sehingga jika kaki mengalami luka adalah hal yang biasa dan akan segera sembuh kembali. Tak terkecuali di kalangan penyandang diabetes

Memahami kaki diabetes (diabetic foot)

Nah bagi anda penyandang diabetes, ada baiknya mindset/pola pikir seperti itu sedikit dirubah. Mulailah mengenali kaki anda lebih dalam, dan memberikan perhatian ekstra kepadanya. Karena dengan melakukan itu, anda akan bisa mencegah masalah yang berpotensi terjadi pada kaki anda, dimana masalah luka pada kaki ini dapat berkembang menjadi serius dan sangat merepotkan. Dalam kesempatan kali ini penulis ingin memberikan wawasan perihal kaki diabetes dan bagaimana cara merawatnya dengan baik. Mari kita simak apa saja yang sejatinya terjadi pada kaki diabetes berikut ini.

Pertama, gula darah yang tinggi dan berkepanjangan akan mengakibatkan penurunan kepekaan jaringan saraf di kaki, sehingga kaki menjadi mati rasa, atau terasa tebal dan tidak nyeri (di dunia medis disebut dengan neuropati). Konsekuensinya, ketika terjadi luka seringkali tidak disadari, bahkan ketika sudah terinfeksi dan bernanah tetap tidak terasa nyeri. Akibatnya pasien sering menganggap lukanya “tidak apa apa”.

Kedua, kelebihan gula darah dalam waktu lama juga akan mempercepat terjadinya penyumbatan dan kerusakan pembuluh darah (angiopati). Jika ini terjadi di kaki, maka aliran darah ke kaki menjadi terhambat. Padahal kita tahu darah membawa nutrisi, kekebalan tubuh, dan obat yang kita dapat. Akibatnya ketika ada luka, penyembuhannya menjadi lama karena aliran darah terhambat, pun demikian obat yang kita minum/suntik tidak akan maksimal menjangkau luka sehingga kuman terus berkembang biak.

Ketiga, salah satu efek jangka panjang dari diabetes adalah perubahan bentuk kaki atau disebut dengan deformitas kaki. Bentuk kaki membengkok ke berbagai arah, jari jemari menjadi kau dan tertekuk, atau perubahan pada kontur telapak kaki. kaki.  Perubahan bentuk ini menimbulkan adanya tonjolan tonjolanpada kaki yang mudah tergesek, lecet, dan terjadi luka.

Contoh perubahan bentuk kaki (123rf.com ; lfaclinic.co.uk)

 

Mencegah kaki diabetes

Bagi sudah menderita diabetes akan tetapi belum mengalami kaki diabetes, alangkah baiknya jika mulai melakukan pencegahan. Tindakan pencegahan utama tentunya adalah control gula darah dengan baik, sehingga bisa mencapai kadar gula 2 jam setelah makan kurang dari 180 mg/dl.

Dengan menjaga gula darah pada level ini, kita akan dapat mencegah terjadinya neuropati, angiopati, dan deformitas pada kaki. Termasuk juga mencegah terjadinya komplikasi yang lain. Nah agar dapat mengontrol gula dengan baik, para penyandang diabetes perlu memahami lima pilar manajemen diabetes dengan baik serta berusaha untuk melaksanakannya secara rutin (kita akan bahas topik ini pada kesempatan lain).

Selain itu, perlu juga dilakukan perawatan dan pemeriksaan kaki secara mandiri oleh pasien atau keluarga, sebagaimana saya jelaskan berikut ini.

Periksa kulit kaki secara rutin

Perhatikan kulit dan kuku kaki anda, apakah ada kulit yang kering bersisik, kapalan? Jika ya, maka anda perlu rutin memberikan pelembab kaki setiap kali habis mandi. Jika lotion yang biasa anda pakai tidak cukup melembabkan, maka dapat dioles tipis menggunakan minyak zaitun atau minyak kelapa (VCO). Jika kuku mengalami infeksi ringan (cantengan) segera gunakan obat antibakteri+jamur untuk kuku, jika cantengan tidak teratasi lebih dari 5 hari maka segera periksakan ke petugas kesehatan.

Perhatian khusus diberikan pada kapalan yang tebal dan berlebihan, karena ini dapat berpotensi menimbulkan luka tersembunyi. Segera periksakan kaki anda dan dilakukan perawatan kapalan, jangan sampai terlambat. Pengalaman penulis, sangat sering menjumpai kapalan tebal, dan di bawah kapalan tersebut jaringannya sudah rusak.

gambar: luka tersembunyi di bawah kapalan

Periksa juga apakah ada luka, kemerahan, atau lecet pada kaki setiap hari. Jika ditemukan yang demikian, segera bersihkan kaki dengan antiseptic, keringkan, lalu tutup luka menggunakan kassa dan diplester, penting dicatat bahwa bagi penyandang diabetes, tidak disarankan menggunakan obat luka yang bisa mengiritasi kulit dan jaringan yang sehat.

Lindungi kaki anda

Sebagaimana sudah dibahas sebelumya, pada kaki penyandang diabetes terjadi beberapa perubahan. Oleh karenanya perlindungan terhadap kaki adalah hal yang wajib. Apa saja yang harus dilakukan untuk mengamankan kaki? Pertama, selalu gunakan alas kaki kapanpun dan dimanapun, termasuk ketika di dalam rumah. Kedua, pilih alas kaki yang tepat, yaitu: (1) alasnya empuk, tidak keras, (2) bagian dalam sandal lembut, tidak ada bahan logam, atau jahitan yang kasar, (3) bukan model yang dijepit, karena sandal jepit rawan menimbulkan lecet di sela ibu jari kaki, (4) tidak sesak dipakai, cukup longgar dan nyaman. Karena jika sesak, akan dapat menyebabkan lecet dan berujung pada luka, terutama jika sudah ada deformitas kaki dan (5) perlindungan akan lebih baik jika ditambah kaos kaki.

Hidup aktif, lancarkan sirkulasi darah di kaki

Aktivitas fisik, selain dapat mengontrol kadar gula darah, juga dapat membantu melancarkan aliran darah di kaki. Oleh karenanya sangat disarankan bagi penyandang diabetes untuk bisa beraktivitas fisik setidaknya 30 menit sehari, dan 5 kali dalam seminggu. Sehingga jika ditotal ada 150 menit olahraga dalam seminggu.

Bentuk aktivitas fisik yang disarankan adalah yang gerakannya berkelanjutan/berulang ulang dengan intensitas sedang seperti berjalan, berenang, senam, atau bersepeda. Berolahraga akan lebih menyenangkan jika dilakukan bersama sama, baik dengan keluarga, teman, atau sesame penyandang diabetes. Pagi hari adalah waktu terbaik berolah raga karena udara yang masih bersih, serta tubuh masih segar.

Jika terdapat hamabatan dalam melakukan mobilitas fisik, missal karena obesitas, usia, gangguan persendian/otot, dll, maka solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan senam kaki di tempat sambil duduk atau berbaring. Terdapat banyak variasi gerakan senam kaki, yang dapat dilihat di youtube.

Dengan demikian, kaki akan senantiasa sehat, dan terlindung dari luka. Anda pun tetap dapat beraktivitas dengan baik tanpa harus dipusingkan dengan infeksi kaki, luka sulit sembuh, dan rawat inap di rumah sakit.

Tentang penulis:

Ns. Ahmad Hasyim W, M.Kep, MNg

  • Malang 1 Juli 1986
  • Dosen Jurusan Keperawatan Universitas Brawijaya
  • Owner rumah perawatan luka Pedis Care Malang
  • Trainer nasional pelatihan perawatan luka

One thought on “Diabetes

  1. lbspowelxa berkata:

    Muchas gracias. ?Como puedo iniciar sesion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *